![]() |
| 4 Cryptocurrency Yang Lebih Bagus Daripada Bitcoin |
Bitcoin telah kehilangan hampir 10 persen dari nilainya pada akhir Januari. Namun, mata uang digital tersebut masih bernasil lebih baik daripada mayoritas cryptocurrency sepuluh besar. Harga Ethereum turun 27,59 persen dalam satu bulan. Bitcoin Cash turun sebanyak 30 persen di bulan Februari dan hanya Litecoin memperoleh kenaikan 1,87 persen di antara sepuluh koin terbesar menurut kapitalisasi pasar.
1. Holochain
Holochain, pendukung token HOT, mulai naik pada bulan Februari 2019. Pada saat itu, Weiss Cryptocurrency Ratings, agen pemeringkat aset independen yang berbasis di AS, menamakan HOT di antara cryptocurrency yang paling positif. Pada hari yang sama, Holochain mengkonfirmasi bahwa volume perdagangan mereka naik 381 persen terhadap Bitcoin dan Ethereum.Weiss juga menyebutkan Holochain bersama EOS dan Cardano mempunyai potensi untuk menciptakan internet 3.0.
“Sebagian besar (cryptocurrency) akan gagal. Tapi potensi hadiahnya sangat besar, “katanya. “Jika cryptocurrency yang paling maju berhasil menciptakan internet 3.0 seperti yang diusulkan, suatu hari mereka bisa bernilai triliunan dolar dalam kapitalisasi pasar.”
Dari sudut pandang teknis, HOT muncul sebagai hedge (nilai lindung) yang aman terhadap Bitcoin yang jatuh. Namun, jika dilihat secara historis, HOT akan turun karena koreksi pasar.
2. Augur
Tren bull melanda token REP Augur setelah proyek veil diluncurkan, pasar prediksi peer-to-peer dan platform derivatif yang dibagus di atas mainnet Ethereum. Kemudian, proyek ini juga menerima investasi dari 1Confirmation.Hanya dalam tujuh hari setelah peluncuran di ikuti dengan pengumuman 1Confirmation, kurs REP/IDR melonjak dari Rp 119,000 menjadi Rp 273,000. Namun, setelah beberapa hari, koin ini mengalami koreksi tajam pada tanggal 20-an Februari.3. Chainlink
Kinerja ChainLink di Februari tidak mengejutkan mengingat sejarahnya selamat dari kehancuran di November 2018 dan membangun momentum kenaikan yang stabil sejak saat itu.Sebagai sebuah proyek, ChainLink mengembangkan input dan output yang tidak bisa dirusak untuk smart contracts pada blockchain apa pun. Perusahaan ini bekerja dengan Swift, sistem transaksi lintas batas yang umumnya digunakan pada bank. Gartner telah menilai mereka sebagai pemimpin industri pengembang smart contracts. Reputasi ini membantu ChainLinks menarik perusahaan besar dan start-up.
Model bisnis yang kuat menjelaskan mengapa LINK, token asli ChainLink, tetap kuat walaupun pasar sedang mengalami tren bearish. Pada saat pers, harga ChainLink berada di angka RP 5,613 dan mempunyai level support di Rp 5,122.
4. Tron
Tron telah menjadi cryptocurrency sepuluh besar paling sukses pada Februari 2019, naik 33 persen. Cryptocurrency tersebut juga positif selama tahun 2018 dimana banyak mayoritas cryptocurrency mengalami tren bearish. Menurut blockchain explorer, blockchain Tron mempunyai lebih banyak transaksi daripada Ethereum yang menduduki peringkat kedua di ranking cryptocurrency.Semakin banyak pengembang yang mengadopsi Tron sebagai blockchain untuk mengembangkan aplikasi mereka adalah konfirmasi transaksi yang lebih cepat dan tanpa biaya. Tron juga mengakuisisi Bittorrent, platform berbagi file yang sangat populer. Proyek ini akan mengirimkan BTT token untuk pemegang TRX. Ini menjelaskan kenapa harga TRX tetap bagus di bulan Februari.

No comments:
Post a Comment